Senin, 05 Mei 2014

Dokter Guy

Dokter Guy

Hello guys, berjumpa lagi dengan febriazizah.blogspot.com.
Bicara tentang kata “GUYS”, ingin nich mengungkapsuatu cerita tentang kata ini.
Ini ceritanya,
Cerita ini adalah cerita dari seorang dokter yang boleh dikatakan lagi magang di sebuah rumah sakit yang bernama rumah sakit G. karena prestasinya, ia dapat menangani pasien-pasiennya dengan baik, karena kecerdasannya, ia dapat memberi pengobatan yang terbaik pada pasien-pasiennya.  Juga suatu saat ada 2 pasien yang terkena luka tembak. Pasien pertama adalah seorang polisi yang terkena tembak saaat beliau sedang bertugas, luka tembakannya pada bagian perut. Beliau ditunggu oleh atasannya dan juga istri dan anaknya yang menantikan kesembuhannya. Sedangkan pasien kedua adalah seorang buronan, yang ditunggu oleh tudungan pistol saat dia sembuh. Luka tembaknya terdapat pada bagian leher. Yang mana pada kedua asien ini sebenarnya masih lebih parah yang buronan. Dokter Guy menangani pasien-pasien ini. Keduanya luka parah hingga membutuhkan ruang opersai untuk operasi secepat mungkin. Tapi saat ada kabar bahwa ruang opersi hanya ada 1 ruang yang kosong, dr. Guy hanya membutuhkan waktu sekitar 10 detik untuk menentukan pasien mana yang harus dioperasi. Tanpa piker panjang, beliau memutuskan untuk mengoperasi pasien pertama yaitu seorang polisi yang tertembak dan kasembuhannya diunggu oleh orang – orang disekitarnya. Hingga akhirnya sang polisi pun sembuh. Sedangkan pasien kedua tidak tertolong lagi. Keputusan ini sesungguhnya banyak mendapat tantangan dari berbagai pihak Karena dianggap bahwa pasien kedua sebenarnya jauh lebih arah dari pasien pertama. Tapi sebenarnya itu adalah keputusan yang sangat bijak karena kesembuhan sang polisi sangat dinanti, sedangkan kematian sang  buronan adalah yang diharapkan sehingga walaupun memilih buraonan yang dioperasi, tetap saja setelah dioperasi akan dihukum mati oleh polisi karena ketahuan membunuh orang. Ini adalah cerita pertama tentang kecerdasannya.
Suatu saat ada seorang pasien datang dengan mamakai baju dari plastic yang datang ke RS tempat ia bekerja. Pasien tersebut datang dengan tergopoh-gopoh katakutan. Beberapa menit setelah kedatangannya, ia mengalami kejang-kejang hebat, tapi tidak dapat dianalisa apa penyakitnya. Setelah beberapa lama mengalami kejang, ia agak tenang dan mulai mengatakan identitasnya. Pasien itu bernama Minkies dan ia datang untuk mencari obat, dan yang tau penyakitnya apa hanya seorang yang bernama Teddy. Sebelum kejang dan akhirnya menin ggal, ia memohon mohon pada dr. Guy untuk  untuk mencari Teddy dan obatnya. Ia juga mengatakan bahwa ini adalah Triphase dan Teddy ada di Ruangan.kata terakhir yang ia ucapkan, “tolong aku, aku mohon”. Pada tubuh pasien di temui luka sayatan seperti bekas opersi yang belum kering.
Anehnya, beberapa saat  setelah kematian pasien itu, mayatnya menghilang tanpa jejak. Hingga membuat dr. Guy untuk menyelidiki kasus ini lebih lanjut. Karena beliau adalah orang yang sangat pandai, sesegera mungkin ia akan mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan dokternya. Tapi hal ini menajdi sedikit terhambat karena kasus yang ia selidiki, yaitu tentang pasien yang barnama Minkis. Ia terus mencari data di berbagai RS yang kemungkinan dulu juga pasien itu kunjungi, ternyata benar ia menemukan data Minkis dan Teddy di rumah sakit N. saat ia mencoba untuk mencari data data pada rumah sakit itu, justru keganjalan yang ia dapatkan. Ini semakin mencurugakan tentang kedua pesien tersebut.
Sebenarnya ia mencuruigai seorang dokter yang bernama Jeff, yang ingin menutupi masalah ini. Semakin dalam ia melangkah , Ia malah dianggap gila dan tidak waras. Ia dijebak memakai narkotika sehingga semua perkataanya dianggap ngelantur. Tersebarnya hal ini membuat ia tidak bisa mendapatkan beasiswa. Ini membuatnya terpukul. Semua orang menganggapnya gila. Bahkan saat ia diwawancarai tetnatang Minkis, apalagi saat ia mengatakan mayat Minkis hilang menambah bukti bahwa dr. Guy gila. Atas kejadian itu, semua orang menjadi tidak percaya akannya sehingga ia dipecat akan pekerjaannya sebagai dokter (magang).
 Suatu saat, ia tudak menemukan taksi yang berhenti didepannya untuk kendaraan ia untuk pulang. Akhirnya ia jalan kaki hingga menemukan orang-orang yang tidur di jalanan karena tidak memiliki tempat tinggal(tunawisma). Ia sempat ngobrol dengan mereka, hingga ia bertanya tentang ruangan. Salah seorang dari mereka tau akan ruangan yang dimaksud oleh dr. Guy. Akhirnya perjanjian yang mereka buat adalah, tunawisma tersebut akan memberitahu dimana letak ruangan itu tetapi dengan syarat sang dokter harus mamberikan resep kepada tunawisma tersebut. Akhirnya mereka saling memenuhi janji satu sama lain. Dokter pun menemukan ruangan yang ia cari, yaitu ruangan bawah tanah seperti yang berisi banyak tunawisma. Mereka adalah sekumpulan orang yang tidka memiliki tempat tinggal dan akhirnya tinggal di bawah tanah bagaikan tikus tanah. Ia berhasil masuk walaupun banyak tantangan disana, ia sebelumnya mendapat tantangan dari orang-orang disana. Tapi akhirnya ia diterima kedatangannya saat mereka percaya atas kejujurannya. Disana, ia menemukan seorang yang bernama Teddy, yaitu orang yang diamkasud oleh Minkis sebelum kematiannya. Teddy mengalami luka yang sama dengan Minkis yaitu luka sayatan di punggungnya yang belum kering. Akhirnya, dokter Guy sadar akan riset yang dilakukan oleh dr. Jeff dkk dengan salah satunya Minkis juga Teddy yang menjadi percobaannya. Riset yang dilakukan ini dengan mengambil sumsum tulang belakang orang yang sehat demi kesembuhan orang yang lumpuh. Dan sebagian dari korban yang diambil sumsumnya akan mati.
Karena luka yang diallami Teddy cukup parah, ia berniat membawa Teddy ke rumah sakit dan ia bersdia mengobati Teddy karena Guy adalah seorang dokter. Tetapi waktu yang harus ditempuh dari ruang baqah tanah ke atas membutuhkan waktu yang lama. Walaupun demikian, dokter tetap nekad membawa Teddy ke atas. Tetapi ditengah perjalanan menuju ke atas, ia akan di bunuh oleh kaki tangan dari dokter Jeff dkk. Karena terjadi perkelahian, Teddy pun meninggal oleh mereka karena tertembak, dan semua orang yang mengantar Guy ke atas juga tewas di tempat itu. Tetapi sang dokter berhasil melarikan diri hingga sampai ke atas dengan selamat walaupun dengan bekas luka tembak diperutnya.
Sesampainya di atas ia pergi ke rumah Jodie yaitu rekan kerja(wanita) yang paling akrab dengannya. Memang tidak seharusnya seorang pria datang ke rumah wanita saat tengah malam. Tapi karena kesakitan, ia tak lagi kenal yang namanya waktu. Kebetulan Jodie sedang tinggal bersama dengan kakak laki-lakinya yang perbah mengalami kecelakaan sehingga harus mamakai kursi roda dan sangat sensitive. Sewaktu ia duduk sambil menunggu oat dari Jodie, ia mengarahkan pandangan ke tempat sampah di sampingnya, di tempat sampah itu tertulis “Triphase”. Hal ini membuat sang dokter mamarahi Jodie Karena ternyata rekannya terlibat akan riset itu. Sewaktu akan marah, tiba-tiba kakak Jodie memukul dokter  di bagian punggungnya  hingga pingsan.
Sewaktu dokter Guy sadar, dokter yang menanganinya berkata bahwa ialumpuh total akibat pukulan di punggungnya tersebut. Ia pingsan selama 5 hari dan baru saja sadar. Ia semakin menangisi keadaannya hingga akhirnya ia putus asa. Bahkan ada lalat  pun ditangannya ia hanya diam. Kemudian dokter yang menanganinya datang dan menanyakan keadaanya. Tetapi ia pasrah dan menyuruh dokter itu untuk menyuntikkan potassium klorida di infusnya. Tetapi dokter yang menangani malah bertanya bagaimana seandainya tidak tewas juga? Bagaimana jika seandainya ia bisa disembuhkan? Apakah yang akan dr. Guy lakukan demi kesembuhannya. Guy hanya menjawab ia akan melakukan apapun demi kesembuhannya itu. Setelah itu dokter pergi (dr. Myrick) walaupun Guy memanggilnya dan membiarkan Guy sendiri dan berpikir. Setelah beberapa lama kemudian ditengah kesendiriannya, seekor lalat hinggap di tangan dr. Guy. Ia tidak sadar akan lalat itu. Lalu menggerakkan tangannya. Ia heran kenapa tangannya dapat digerakkan padahal dokter Myrick bilang bahwa ia lumpuh total. Ternyata disampingnya ada Jodie yaitu rekannya. Jodie mengatakan kepada Guy bahwa sesungguhnya ia tidak lumpuh, ia berada di Triphase saat itu. Jodie membawakan baju untuk Guy karena di Triphase tidak memakai baju. Jodie melapas semua peralatan dan menyuruh Guy untuk kabur lewat lorong bawah dan saat ini Guy berada di lantai 7 Triphase. Tidak lama kemudian, dr. Myrick datang ke ruangan Guy, tatapi betapa kagetnya ia bahwa Guy sudah tidak ada di kamarnya dirawat. Dr. Myrick menelpon semua bagian Triphase bahwa dr. Guy kabur.
Pada saat yang bersamaan, 2 orang polisi datag ke Triphase untuk mewawancarai tentang risetnya. Anak buah polisi itu adalah salah satu pasien yang pernah diobatai oaleh dr. Guy.  Di lain sisi, Guy mendapat tantangan dari penjaga penjaga Triphase untuk tidak membiarkannya kabur. Ia harus berkelahi dan hamper saja mati terkena tembak dan tidak tahan sakit karena luka tembak yang yang diaalaminya beberapa waktu sebelumnya. Di ruang tepon, salah seorang dokter mancoba mamberi penjelasan kepada Guy tentang Triphase dan mencoba mengajak Guy bergabung dengannya karena dianggap Guy adalah dokter yang hebat dan cepat dan tapet dalam mengambik keputusan. Tetapi Guy tidak memperdulikan suara itu (telepon). Dan sewaktu ia sampai dengan selamat (dengan beberapa luka bekas berekelahi) ke pintu keluar, ia dihadang dengan salah satu rekan kerja lagi yang tidak bisa berjalan selama 12 tahun dan harus menggunanakan kursi  roda untuk membatunya beraktivitas. Disamping rekannya tersebut berdiri dokter Myrick yang sedang mencoba mengajaknya berpikir dan bergabung dengan Triphase.
Dokter Myrick berkata, “ orang-orang  seperti Myte(rekan yang memakai kursi roda), tidak dapat berjalan selama 12 tahun. Bayangkan kamu saat ini berada di posisinya. Apa yang akan kamu lakukan? Apakah kamu ingin sembuh? Bahkan saat aku memvonis kamu lupuh total, kamu bilang akan melakukan apa saja demi kesembuhanmu kan?”. Tetapi jawaban Guy hanya singkat dan cukup rasional juga. “mungkin kamu benar, kalau seseorang berada di posisinya akan bertindak apapun demi kesembuhannya. Tapi kamu mengorabankan orang-orang itu?” jawab Guy. Lalu dr. Myrick menambahkan, “mereka yang dikorbankan bukanlah korban, mereka adalah pahlawan. Mungkin hidup mereka di jalanan tidak berarti, tetapi mereka disini mati sabagai pahlawan”. Lalu Guy membalas, “tetapi sebenarnya mereka tidak mau melaukan ini. Andaikan mereka masih punya pilihan, mereka lebih memilih untuk hidup. Mereka tidak memilih untuk ini, tapi kamu yang meilih mereka untuk melakuakan ini. Kenapa kamu tidak memilih istrimu? Anakmu? Atau saudaramu untuk melakukan ini? Apa kamu menganggap hanya hidupmu dan kerabatmulah yang paling berguna? Sedangkan orang oaring tunawisma seperti mereka sama sekali tak berarti?”.  Belum sempat mendapat jawaban dari dr. Myrick, tiba-tiba seorang dari belakang mencoba membunuh dr. Guy dengan membawa pistol ditangannya. Tetapi Guy sempat menolak tembakannya dan Manahan pistolnya hingga terarah pada dr. Myrick.
Saat dr. Myrick tertembak, Myte berteriak-teriak minta tolong atas teretmbaknya sang dokter. Akhirnya perkelahian dihentikan demi melihat kondisi dr. Myrick yang terkena tembak di bagaian kapala. Tetap kadaan tidak memungkinkannya lagi untuk hidup. Ucapan terakhirnya yang ia ucapkan untuk dr. Guy yaitu, “tolong aku, kumohon”. Dan sang dokter pun meninggal. Kata-kata itu membuat Guy teringat akan kata-kata terakhir yang Minkis ucapkan sebelum kematiannya.  Kata kata yang di diucapkan dr. Myrick sama persisi dengan kata-kata yang Minkis ucapkan, “tolong aku, kumohon”.
Akhirnya smua kejahatan dan masalah terpecahkan. Guy mendirikan sebuah restoran baru untuk menghidupi dirinya karena ia belum memiliki pekerjaan setelah dipecat dari prfesinya sebagai seorang dokter. Karena terbukti tidak salah, ia kembali mendapat beasiswa lagi. Beberapa hari kemudian datanglah seorang wanita setengah baya kapad Guy dengan membawa album yang berisi dokumen. Orang tersebut adalah Ruth Myrick, istri dari dr. Myrick. Ruth membawa dokumen riset-riset yang dilakukan suaminya saat masih hidup. Ia mengaui bahwa suaminya ingin melakukan hal baik tetapi dengan cara yang salah. Ruth meminta agar dr. Guy melakukan hal yang baik dengan cara yang benar. Itu yang ia harapkan, ia yakin bahwa Guy bisa karena Guy dokter yang hebat. Kemudian Ruth pun pergi dan akhir cerita selsesai.