Dokter Guy
Hello guys, berjumpa lagi dengan febriazizah.blogspot.com.
Bicara tentang kata “GUYS”, ingin nich mengungkapsuatu
cerita tentang kata ini.
Ini ceritanya,
Cerita ini adalah cerita dari seorang dokter yang boleh
dikatakan lagi magang di sebuah rumah sakit yang bernama rumah sakit G. karena
prestasinya, ia dapat menangani pasien-pasiennya dengan baik, karena
kecerdasannya, ia dapat memberi pengobatan yang terbaik pada
pasien-pasiennya. Juga suatu saat ada 2
pasien yang terkena luka tembak. Pasien pertama adalah seorang polisi yang
terkena tembak saaat beliau sedang bertugas, luka tembakannya pada bagian
perut. Beliau ditunggu oleh atasannya dan juga istri dan anaknya yang
menantikan kesembuhannya. Sedangkan pasien kedua adalah seorang buronan, yang
ditunggu oleh tudungan pistol saat dia sembuh. Luka tembaknya terdapat pada
bagian leher. Yang mana pada kedua asien ini sebenarnya masih lebih parah yang
buronan. Dokter Guy menangani pasien-pasien ini. Keduanya luka parah hingga
membutuhkan ruang opersai untuk operasi secepat mungkin. Tapi saat ada kabar
bahwa ruang opersi hanya ada 1 ruang yang kosong, dr. Guy hanya membutuhkan
waktu sekitar 10 detik untuk menentukan pasien mana yang harus dioperasi. Tanpa
piker panjang, beliau memutuskan untuk mengoperasi pasien pertama yaitu seorang
polisi yang tertembak dan kasembuhannya diunggu oleh orang – orang
disekitarnya. Hingga akhirnya sang polisi pun sembuh. Sedangkan pasien kedua
tidak tertolong lagi. Keputusan ini sesungguhnya banyak mendapat tantangan dari
berbagai pihak Karena dianggap bahwa pasien kedua sebenarnya jauh lebih arah
dari pasien pertama. Tapi sebenarnya itu adalah keputusan yang sangat bijak
karena kesembuhan sang polisi sangat dinanti, sedangkan kematian sang buronan adalah yang diharapkan sehingga
walaupun memilih buraonan yang dioperasi, tetap saja setelah dioperasi akan
dihukum mati oleh polisi karena ketahuan membunuh orang. Ini adalah cerita
pertama tentang kecerdasannya.
Suatu saat ada seorang pasien datang dengan mamakai baju
dari plastic yang datang ke RS tempat ia bekerja. Pasien tersebut datang dengan
tergopoh-gopoh katakutan. Beberapa menit setelah kedatangannya, ia mengalami
kejang-kejang hebat, tapi tidak dapat dianalisa apa penyakitnya. Setelah
beberapa lama mengalami kejang, ia agak tenang dan mulai mengatakan
identitasnya. Pasien itu bernama Minkies dan ia datang untuk mencari obat, dan
yang tau penyakitnya apa hanya seorang yang bernama Teddy. Sebelum kejang dan
akhirnya menin ggal, ia memohon mohon pada dr. Guy untuk untuk mencari Teddy dan obatnya. Ia juga
mengatakan bahwa ini adalah Triphase dan Teddy ada di Ruangan.kata terakhir
yang ia ucapkan, “tolong aku, aku mohon”. Pada tubuh pasien di temui luka
sayatan seperti bekas opersi yang belum kering.
Anehnya, beberapa saat
setelah kematian pasien itu, mayatnya menghilang tanpa jejak. Hingga
membuat dr. Guy untuk menyelidiki kasus ini lebih lanjut. Karena beliau adalah
orang yang sangat pandai, sesegera mungkin ia akan mendapat beasiswa untuk
melanjutkan pendidikan dokternya. Tapi hal ini menajdi sedikit terhambat karena
kasus yang ia selidiki, yaitu tentang pasien yang barnama Minkis. Ia terus
mencari data di berbagai RS yang kemungkinan dulu juga pasien itu kunjungi,
ternyata benar ia menemukan data Minkis dan Teddy di rumah sakit N. saat ia
mencoba untuk mencari data data pada rumah sakit itu, justru keganjalan yang ia
dapatkan. Ini semakin mencurugakan tentang kedua pesien tersebut.
Sebenarnya ia mencuruigai seorang dokter yang bernama Jeff,
yang ingin menutupi masalah ini. Semakin dalam ia melangkah , Ia malah dianggap
gila dan tidak waras. Ia dijebak memakai narkotika sehingga semua perkataanya
dianggap ngelantur. Tersebarnya hal ini membuat ia tidak bisa mendapatkan
beasiswa. Ini membuatnya terpukul. Semua orang menganggapnya gila. Bahkan saat
ia diwawancarai tetnatang Minkis, apalagi saat ia mengatakan mayat Minkis
hilang menambah bukti bahwa dr. Guy gila. Atas kejadian itu, semua orang
menjadi tidak percaya akannya sehingga ia dipecat akan pekerjaannya sebagai
dokter (magang).
Suatu saat, ia tudak
menemukan taksi yang berhenti didepannya untuk kendaraan ia untuk pulang.
Akhirnya ia jalan kaki hingga menemukan orang-orang yang tidur di jalanan
karena tidak memiliki tempat tinggal(tunawisma). Ia sempat ngobrol dengan
mereka, hingga ia bertanya tentang ruangan. Salah seorang dari mereka tau akan
ruangan yang dimaksud oleh dr. Guy. Akhirnya perjanjian yang mereka buat
adalah, tunawisma tersebut akan memberitahu dimana letak ruangan itu tetapi
dengan syarat sang dokter harus mamberikan resep kepada tunawisma tersebut.
Akhirnya mereka saling memenuhi janji satu sama lain. Dokter pun menemukan
ruangan yang ia cari, yaitu ruangan bawah tanah seperti yang berisi banyak
tunawisma. Mereka adalah sekumpulan orang yang tidka memiliki tempat tinggal
dan akhirnya tinggal di bawah tanah bagaikan tikus tanah. Ia berhasil masuk
walaupun banyak tantangan disana, ia sebelumnya mendapat tantangan dari orang-orang
disana. Tapi akhirnya ia diterima kedatangannya saat mereka percaya atas
kejujurannya. Disana, ia menemukan seorang yang bernama Teddy, yaitu orang yang
diamkasud oleh Minkis sebelum kematiannya. Teddy mengalami luka yang sama
dengan Minkis yaitu luka sayatan di punggungnya yang belum kering. Akhirnya,
dokter Guy sadar akan riset yang dilakukan oleh dr. Jeff dkk dengan salah
satunya Minkis juga Teddy yang menjadi percobaannya. Riset yang dilakukan ini
dengan mengambil sumsum tulang belakang orang yang sehat demi kesembuhan orang
yang lumpuh. Dan sebagian dari korban yang diambil sumsumnya akan mati.
Karena luka yang diallami Teddy cukup parah, ia berniat
membawa Teddy ke rumah sakit dan ia bersdia mengobati Teddy karena Guy adalah
seorang dokter. Tetapi waktu yang harus ditempuh dari ruang baqah tanah ke atas
membutuhkan waktu yang lama. Walaupun demikian, dokter tetap nekad membawa
Teddy ke atas. Tetapi ditengah perjalanan menuju ke atas, ia akan di bunuh oleh
kaki tangan dari dokter Jeff dkk. Karena terjadi perkelahian, Teddy pun
meninggal oleh mereka karena tertembak, dan semua orang yang mengantar Guy ke
atas juga tewas di tempat itu. Tetapi sang dokter berhasil melarikan diri
hingga sampai ke atas dengan selamat walaupun dengan bekas luka tembak
diperutnya.
Sesampainya di atas ia pergi ke rumah Jodie yaitu rekan
kerja(wanita) yang paling akrab dengannya. Memang tidak seharusnya seorang pria
datang ke rumah wanita saat tengah malam. Tapi karena kesakitan, ia tak lagi
kenal yang namanya waktu. Kebetulan Jodie sedang tinggal bersama dengan kakak
laki-lakinya yang perbah mengalami kecelakaan sehingga harus mamakai kursi roda
dan sangat sensitive. Sewaktu ia duduk sambil menunggu oat dari Jodie, ia
mengarahkan pandangan ke tempat sampah di sampingnya, di tempat sampah itu
tertulis “Triphase”. Hal ini membuat sang dokter mamarahi Jodie Karena ternyata
rekannya terlibat akan riset itu. Sewaktu akan marah, tiba-tiba kakak Jodie
memukul dokter di bagian punggungnya hingga pingsan.
Sewaktu dokter Guy sadar, dokter yang menanganinya berkata
bahwa ialumpuh total akibat pukulan di punggungnya tersebut. Ia pingsan selama
5 hari dan baru saja sadar. Ia semakin menangisi keadaannya hingga akhirnya ia
putus asa. Bahkan ada lalat pun
ditangannya ia hanya diam. Kemudian dokter yang menanganinya datang dan
menanyakan keadaanya. Tetapi ia pasrah dan menyuruh dokter itu untuk
menyuntikkan potassium klorida di infusnya. Tetapi dokter yang menangani malah
bertanya bagaimana seandainya tidak tewas juga? Bagaimana jika seandainya ia
bisa disembuhkan? Apakah yang akan dr. Guy lakukan demi kesembuhannya. Guy
hanya menjawab ia akan melakukan apapun demi kesembuhannya itu. Setelah itu
dokter pergi (dr. Myrick) walaupun Guy memanggilnya dan membiarkan Guy sendiri
dan berpikir. Setelah beberapa lama kemudian ditengah kesendiriannya, seekor
lalat hinggap di tangan dr. Guy. Ia tidak sadar akan lalat itu. Lalu
menggerakkan tangannya. Ia heran kenapa tangannya dapat digerakkan padahal
dokter Myrick bilang bahwa ia lumpuh total. Ternyata disampingnya ada Jodie
yaitu rekannya. Jodie mengatakan kepada Guy bahwa sesungguhnya ia tidak lumpuh,
ia berada di Triphase saat itu. Jodie membawakan baju untuk Guy karena di
Triphase tidak memakai baju. Jodie melapas semua peralatan dan menyuruh Guy
untuk kabur lewat lorong bawah dan saat ini Guy berada di lantai 7 Triphase.
Tidak lama kemudian, dr. Myrick datang ke ruangan Guy, tatapi betapa kagetnya
ia bahwa Guy sudah tidak ada di kamarnya dirawat. Dr. Myrick menelpon semua
bagian Triphase bahwa dr. Guy kabur.
Saat dr. Myrick tertembak, Myte berteriak-teriak minta
tolong atas teretmbaknya sang dokter. Akhirnya perkelahian dihentikan demi
melihat kondisi dr. Myrick yang terkena tembak di bagaian kapala. Tetap kadaan
tidak memungkinkannya lagi untuk hidup. Ucapan terakhirnya yang ia ucapkan
untuk dr. Guy yaitu, “tolong aku, kumohon”. Dan sang dokter pun meninggal.
Kata-kata itu membuat Guy teringat akan kata-kata terakhir yang Minkis ucapkan
sebelum kematiannya. Kata kata yang di
diucapkan dr. Myrick sama persisi dengan kata-kata yang Minkis ucapkan, “tolong
aku, kumohon”.
Akhirnya smua kejahatan dan masalah terpecahkan. Guy
mendirikan sebuah restoran baru untuk menghidupi dirinya karena ia belum
memiliki pekerjaan setelah dipecat dari prfesinya sebagai seorang dokter.
Karena terbukti tidak salah, ia kembali mendapat beasiswa lagi. Beberapa hari
kemudian datanglah seorang wanita setengah baya kapad Guy dengan membawa album
yang berisi dokumen. Orang tersebut adalah Ruth Myrick, istri dari dr. Myrick.
Ruth membawa dokumen riset-riset yang dilakukan suaminya saat masih hidup. Ia
mengaui bahwa suaminya ingin melakukan hal baik tetapi dengan cara yang salah.
Ruth meminta agar dr. Guy melakukan hal yang baik dengan cara yang benar. Itu
yang ia harapkan, ia yakin bahwa Guy bisa karena Guy dokter yang hebat.
Kemudian Ruth pun pergi dan akhir cerita selsesai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar